PariwisataMetroNews

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kendari Gelar Rapat Internal Persiapan Festival Nambo

×

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kendari Gelar Rapat Internal Persiapan Festival Nambo

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI — Dalam upaya menyukseskan Festival Nambo 2025, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Kendari menggelar rapat internal, Selasa, 16/9/2025. Rapat yang berlangsung di ruang rapat Disparekraf ini dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang, para kepala seksi, kasubag, dan staf terkait. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Iham Abidin.

Rapat ini bertujuan membahas dan mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Nambo, mulai dari pembentukan panitia, pembagian tugas antar seksi, hingga strategi promosi dan pendanaan. Hadir mendampingi Iham Abidin dalam rapat tersebut antara lain Kepala Bidang Pengembangan SD-Kreatif (SDK) Zulqaidah Taridala dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sri Kusumayanti.

Dalam rapat tersebut, agenda utama yang dibahas adalah pembentukan panitia pelaksana Festival Nambo. Setiap seksi diinstruksikan untuk segera menyusun struktur kepanitiaan, menentukan segmen tanggung jawab (kesenian, logistik, promosi, sponsorship, keamanan, transportasi, dan dokumentasi) serta menyusun timeline kerja yang jelas.

“Kita tidak boleh menunda-nunda. Segera dibentuk panitia dan disusun tata kerja agar persiapan teknis seperti panggung, sound system, perizinan, hingga penginapan tamu undangan sudah matang jauh hari sebelum hari H,” ujar Iham Abidin saat membuka rapat.

Beberapa hal yang juga menjadi bahasan utama meliputi:

• Estimasi anggaran acara dan sumber pendanaan (APBD kota, sponsor, CSR swasta)

• Penentuan lokasi dan venue acara

• Skema promosi melalui media sosial, media lokal, dan kolaborasi influencer

• Sinkronisasi acara dengan kalender pariwisata regional

• Upaya mitigasi tantangan (cuaca, keamanan, transportasi)

• Monitoring dan evaluasi berkala selama persiapan

Para pejabat bidang dan kepala seksi turut memberikan masukan praktis dan teknis. Ada usulan agar Disparekraf melakukan survei lokasi terlebih dahulu, melakukan simulasi acara kecil, serta menjalin kerja sama dengan pihak keamanan dan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Menanggapi rapat persiapan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan jajaran internal Disparekraf.

“Festival Nambo bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi budaya, alam, dan ekonomi kreatif Kota Kendari kepada dunia luar. Saya berharap semua pihak serius dan berkolaborasi dengan baik agar festival ini bisa menjadi daya tarik wisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Hermawati dalam rilis resminya.

“Dalam kesempatan ini saya meminta agar penyusunan anggaran dilakukan dengan transparan dan efisien. Tidak boleh ada pemborosan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus diimbangi dengan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku ekonomi kreatif lokal,” tambahnya.

Hermawati juga menekankan lima poin prioritas kepada panitia yang akan dilantik:

1. Nilai lokal dan keberlanjutan: pengisi acara dan karya seni yang diangkat harus mengusung budaya lokal dan memakai bahan ramah lingkungan.

2. Partisipasi masyarakat: libatkan komunitas lokal, UKM kreatif, dan generasi muda dalam setiap rangkaian acara.

3. Promosi masif dan terintegrasi: gunakan media digital, pemberitaan pers lokal dan nasional, serta kerja sama influencer agar cakupan publisitas makin besar.

4. Monitoring dan evaluasi secara berkala: panitia wajib mengadakan rapat progres mingguan dan evaluasi kuartal agar jalannya persiapan tidak melenceng dari target.

5. Kolaborasi lintas instansi: dukungan dari OPD lain, instansi keamanan, Dinas Perhubungan dan pihak swasta sangat penting agar acara berjalan lancar dari aspek logistik dan operasional.

Hermawati menambahkan bahwa Disparekraf akan membuka kanal pengaduan publik dan masukan dari warga, agar setiap kritik atau ide dapat ditampung. “Kalau ada warga yang ingin ikut serta, punya ide kreatif, atau kritik membangun, silakan sampaikan. Festival ini milik kita bersama,” ujarnya.

Harapan & Tantangan Menjelang Festival

Festival Nambo diharapkan menjadi salah satu ikon wisata baru di Kendari. Dengan pemasaran yang tepat dan kemasan acara yang menarik, festival ini bisa mendatangkan wisatawan lokal maupun dari luar kota, meningkatkan kunjungan ke Kendari, serta mendorong geliat ekonomi kreatif lokal — mulai dari kuliner, kriya, hingga pertunjukan seni.

Namun tantangan tak sedikit. Persiapan waktu yang relatif singkat, keterbatasan anggaran, kesiapan infrastruktur, kondisi cuaca tak terduga, serta koordinasi antar instansi dapat menjadi hambatan. Karena itu, rapat internal semacam ini sangat penting agar setiap detail diperhitungkan dan sinergi semakin kuat.

Ke depannya, Disparekraf akan mengadakan rapat lanjutan setiap minggu hingga festival tiba. Panitia inti segera diumumkan dan mulai turun tangan mempersiapkan setiap aspek teknis dan hiburan. Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak — pemerintah, swasta, dan masyarakat — Festival Nambo diharapkan kelak menjadi acara tahunan yang membanggakan Kendari dan Sulawesi Tenggara.*(red)

editor:DN