NewsMetroPariwisata

Gen-Z Jadi Fokus Pemkot Kendari: Dukungan Digitalisasi, Modal Rp5 Juta, dan Strategi Bersaing

×

Gen-Z Jadi Fokus Pemkot Kendari: Dukungan Digitalisasi, Modal Rp5 Juta, dan Strategi Bersaing

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Pemerintah Kota Kendari semakin serius mendorong anak muda, khususnya generasi Z (Gen Z), untuk terjun ke dunia usaha melalui sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini bukan hanya sekadar imbauan, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program nyata, mulai dari pelatihan digitalisasi, penyediaan event promosi, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses pembiayaan modal tanpa bunga.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menjelaskan bahwa semangat anak muda Kendari dalam berwirausaha merupakan potensi besar yang perlu difasilitasi dan diarahkan secara sistematis oleh pemerintah daerah. Ia menilai bahwa peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. “Perbankan di Kota Kendari sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha muda, asalkan memiliki legalitas usaha yang jelas. Pemerintah juga telah menyiapkan program pendampingan dan dukungan modal melalui Program UMKM Maju di Dinas Koperasi dan UMKM. Dalam program ini, tersedia bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta tanpa bunga bagi para pengusaha dan pelaku UMKM lokal,” jelas Sudirman.

Ia menambahkan, tantangan utama yang selama ini dihadapi oleh generasi muda dalam berwirausaha adalah keterbatasan akses permodalan dan kurangnya keterampilan digital. Melalui berbagai pelatihan dan sinergi lintas instansi, Pemerintah Kota Kendari berupaya menjawab tantangan tersebut agar pelaku usaha muda dapat naik kelas dan memperluas pasar hingga ke ranah digital.

Selain memberikan dukungan finansial, pemerintah juga fokus pada peningkatan kompetensi pelaku usaha. Dalam kegiatan pelatihan yang digelar baru-baru ini, narasumber Abdul Hakim memberikan materi mengenai strategi bersaing di era digital. Ia menekankan pentingnya pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk. “Produk kita sebenarnya sudah bagus. Namun yang sering kali kurang adalah strategi pemasaran. Di era digital, kita harus memahami kebutuhan pasar. Jangan hanya menjual apa yang kita mau, tapi ciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Kaitkan dengan sumber daya, keterampilan, dan kemampuan yang kita miliki. Kuncinya ada pada inovasi, data, adaptasi, dan fokus pada pelanggan,” ujarnya.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung seperti penggunaan media sosial untuk promosi, pengelolaan toko daring, hingga cara membuat konten kreatif untuk menarik perhatian pasar. Para peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM dan pelaku industri kreatif, terlihat antusias mengikuti setiap sesi.

Salah satu peserta pelatihan, Iis, perwakilan dari komunitas Kendari WERK, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak pelaku usaha muda yang merasakan manfaatnya. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan seperti ini. Sebagai pelaku usaha kerajinan perak, kami menghadapi tantangan terutama dalam hal peralatan produksi. Saat ini, kami membuat produk berdasarkan pesanan (by order), karena belum mampu menyediakan stok dalam jumlah banyak. Untuk pemasaran, kami masih mengandalkan galeri Dekranas. Tapi dengan pelatihan digital ini, kami mulai belajar menjual secara online,” ungkapnya.

Cerita Iis mencerminkan kondisi nyata banyak pelaku ekraf di Kendari yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dukungan fasilitas dan bimbingan. Mereka memiliki kreativitas, tetapi sering terkendala di sisi teknis seperti alat produksi, jaringan pasar, serta promosi digital yang efektif.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, ST., MT., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ia menilai antusiasme pelaku ekraf sangat tinggi, terutama dari kalangan generasi muda yang kini semakin berani mengekspresikan ide dan inovasinya melalui berbagai bidang usaha. “Anak-anak muda Kendari sekarang sangat kreatif. Banyak di antara mereka yang mulai bergerak di sektor kuliner, fashion, kriya, musik, hingga konten digital. Pemerintah akan terus hadir untuk memberikan ruang, pelatihan, serta akses pembiayaan yang bisa membantu mereka berkembang,” ujar Hermawaty.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah sedang menyiapkan sejumlah program lanjutan, seperti Festival Ekraf Kendari, pameran UMKM, hingga kerja sama promosi produk lokal di berbagai platform digital dan marketplace nasional.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal sekaligus memperkuat citra Kota Kendari sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan yang konsisten dari pemerintah dan semangat generasi muda, sektor ekraf diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kombinasi pelatihan digitalisasi, strategi bersaing, akses modal tanpa bunga, serta penyediaan ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Kendari optimistis bahwa generasi muda dapat tumbuh menjadi pengusaha kreatif yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Kebijakan yang berpihak pada anak muda ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wirausaha lokal berbasis kreativitas dan teknologi. Karena pada akhirnya, kekuatan ekonomi suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh seberapa besar ruang yang diberikan bagi anak muda untuk berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas kreatif, masa depan ekonomi Kendari tampak semakin cerah. Kota ini tengah menapaki arah baru menuju Kendari Kreatif, Mandiri, dan Berdaya Saing.(MW.ADV)

editor:DN