NewsMetroPariwisata

Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata MATAROMBEO

180
×

Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata MATAROMBEO

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Sulawesi tenggara (Sultra) yang masuk dalam Seven Wonders Sultra, kawasan Matarombeo Kabupaten Konawe Utara kini mulai tahapan awal pengembangan melalui Seminar Pendahuluan Penyusunan Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata Matarombeo.

Kegiatan Seminar yang di gagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara berlangung di kota kendari (10/8/2023) yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi Muh.Ammarie.

Dalam sambutannya Ammarie menegasan, bahwa pemerintah provinsi Sultra sudah menetapka 7 kawasan destinasi unggulan, dan salah satunya adalah Matrombeo di konawe utara, sehingga dianggap penting dilakukan pergerakan yang berkelanjutan.

” tentunya melalui seminar pendahuluan ini, diharapkan banyak masukan dari para peserta seminar, sehingga tim penyusun bisa makin memperkuat hasil dari perencanaan pengembangan yang dimaksud. Ini menjadi penting karena Matarombeo memiliki kekuatan destinasi yang cukup baik dan tentu bisa menjadi salah satu calon Geopark Sultra ” ucap ammarie.

Latar Belakang kegiatan ini yaitu melakukan identifikasi awal terhadap rencana pengembangan kawasan pariwisata di Kawasan Matarombeo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjadikan

Kawasan Matarombeo sebagai kawasan konservasi yang terus dilestarikan untuk menjaga keberlangsungan eksistensi spesies hidup dan lingkungan alam.

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menyusun data dan informasi potensi-potensi objek dan destinasi wisata di dalam wilayah Kawasan Matarombeo serta memberikan rekomendasi mengenai objek wisata yang dapat ditetapkan untuk segera dikembangkan oleh pemerintah dan atau dipasarkan untuk dikelola investor.

Dengan tujuan untuk menyusun analisis mengenai kondisi teknis, ekonomi dan keuangan, kajian terhadap kondisi lingkungan, sosial dan hukum terkait, serta menentukan rekomendasi sebagai hasil dari analisis kelayakan.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber pusat dan daerah, sementara peserta yang hadir berasa dari berbagai latar belakang, mulai instansi pemerintah, lembaga lingkungan, dan pemerhati serta asosiasi pariwisata di sultra.

Reporter: Ahmad Nizar