NewsMetro

Kominfo Rilis Evaluasi Layanan 112, 81 Persen Panggilan Valid dan 252 Laporan Diteruskan

×

Kominfo Rilis Evaluasi Layanan 112, 81 Persen Panggilan Valid dan 252 Laporan Diteruskan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari memaparkan laporan kinerja Call Center 112 untuk periode 1–28 Februari 2026. Dalam rilis tersebut, tercatat sebanyak 2.716 panggilan masuk ke layanan darurat milik Pemerintah Kota Kendari.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan dari total panggilan tersebut, 2.213 panggilan atau 81 persen merupakan laporan valid, sementara 503 panggilan atau 19 persen tergolong tidak valid seperti prank dan ghost call. Dari laporan valid itu, 252 tiket kejadian diteruskan ke instansi teknis untuk ditindaklanjuti. Sebanyak 125 tiket telah selesai, sedangkan 127 lainnya masih dalam proses.

“Layanan 112 ini adalah wajah respons cepat pemerintah. Kami terus melakukan evaluasi agar setiap laporan masyarakat bisa ditangani lebih efektif dan terkoordinasi,” ujar Sahuriyanto.

Dari sisi instansi, DAMKAR mencatat penyelesaian 100 persen dari 10 laporan yang diterima. PLN dan POLRES juga menunjukkan kinerja optimal dengan seluruh laporan yang masuk berhasil ditindaklanjuti. Namun, DISHUB yang menerima 77 laporan baru menyelesaikan 10 laporan atau sekitar 13 persen, sementara sisanya masih berproses. PUPR menerima 7 laporan dan seluruhnya masih dalam tahap penanganan.

Sebaran laporan di tingkat kecamatan menunjukkan Kecamatan Mandonga menerima 9 laporan, disusul Poasia 4 laporan dan Kendari Barat 3 laporan. Beberapa kecamatan lain seperti Baruga, Puuwatu, Wua-Wua, dan Kambu juga mencatat laporan yang sebagian besar masih dalam proses.

Jenis laporan terbanyak berkaitan dengan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU), gangguan listrik, permintaan penebangan pohon, hingga persoalan sanitasi seperti bak sampah penuh. DISHUB menjadi instansi dengan laporan terbanyak, terutama terkait LPJU dan lalu lintas, diikuti PLN dan DLHK.

Dari sisi operasional, 14 petugas call taker menangani 2.213 panggilan valid. Nurhayati tercatat menerima panggilan terbanyak sebanyak 342 panggilan, diikuti Santrina 260 panggilan dan Hafniawati 219 panggilan. Tercatat pula 422 panggilan prank dan 81 ghost call selama periode tersebut.

Indikator kualitas layanan (SLA) menunjukkan 66 persen layanan mengalami peningkatan, sementara 34 persen masih perlu pembenahan. Sejumlah keluhan warga terkait penanganan LPJU dan tumpukan sampah menjadi perhatian dalam evaluasi bulanan.

“Komitmen kami jelas, memastikan setiap laporan warga tidak berhenti di meja operator, tetapi benar-benar sampai dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” tegas Sahuriyanto.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dalam ekspose satu tahun kepemimpinannya, menegaskan bahwa layanan 112 merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan yang responsif dan terbuka.

“Ribuan laporan warga yang tertangani dengan cepat melalui layanan ini adalah bukti komitmen kami bahwa pemerintah tidak boleh jauh dari kesulitan rakyatnya dan tidak boleh tertutup terhadap akses informasi. Semua ini bertujuan untuk mempermudah urusan masyarakat dan menghidupkan urat nadi ekonomi Kota Kendari,” ungkap Wali Kota Siska.

Selain laporan non-darurat, layanan 112 juga menangani kejadian darurat seperti kebakaran, evakuasi binatang berbahaya, permintaan ambulans, hingga kasus konflik sosial dan KDRT. Pemkot Kendari memastikan layanan ini terus diperkuat sebagai bagian dari sistem respons cepat terpadu demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. (SM)