NewsMetro

Cegah Stunting, Pemkot Kendari Gandeng Dunia Usaha Salurkan 50 Rak Telur untuk Balita

447
×

Cegah Stunting, Pemkot Kendari Gandeng Dunia Usaha Salurkan 50 Rak Telur untuk Balita

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Pemerintah Kota Kendari menggandeng dunia usaha untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi balita. Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan protein berupa 50 rak telur kepada balita dalam kegiatan di Kantor UPT Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Kendari, Selasa (27/10/2026).

Bantuan ini merupakan hasil kerja sama Pemkot Kendari dengan Alfamidi, yang melibatkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari, Camat Kendari, serta para lurah se-Kecamatan Kendari.

Kepala DPPKB Kota Kendari, Jahudding, mengatakan keterlibatan sektor swasta menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Menurutnya, persoalan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar intervensi pemenuhan gizi dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.

“Pemerintah Kota Kendari melalui wali kota dan wakil wali kota terus menggalang percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan unsur pentahelik. Hari ini, salah satu unsur dunia usaha, yakni Alfamidi, turut mengambil peran melalui pemberian bantuan protein kepada balita,” kata Jahudding.

Ia menjelaskan, pendekatan pentahelik membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan anak.

Dalam upaya pencegahan stunting, pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Asupan protein yang memadai berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pemenuhan gizi perlu menjadi perhatian keluarga sekaligus didukung berbagai pemangku kepentingan.

Penyaluran 50 rak telur tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan protein balita penerima manfaat. Meski demikian, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan pangan semata, tetapi juga memerlukan perhatian berkelanjutan terhadap pola makan, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan pertumbuhan balita.

Keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting untuk memperkuat jangkauan program hingga tingkat masyarakat. Aparat wilayah diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan program pencegahan stunting secara lebih terarah.

Sinergi antara Pemkot Kendari, BKKBN Sulawesi Tenggara, Alfamidi, dan jajaran pemerintah wilayah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan lintas sektor dalam penanganan stunting.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Kendari mendorong semakin banyak pihak untuk berpartisipasi dalam mendukung pemenuhan gizi balita. Keterlibatan dunia usaha diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian berkelanjutan terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Upaya bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kendari yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.(SM)

 

Editor:NZ