NewsMetro

Wali Kota Siska Bawa Program LSDP Rp107 Miliar untuk Perkuat Sistem Persampahan Kendari

24
×

Wali Kota Siska Bawa Program LSDP Rp107 Miliar untuk Perkuat Sistem Persampahan Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID,MAKASSAR– Pemerintah Kota Kendari mendapat dukungan program senilai Rp107 miliar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Dukungan tersebut diberikan melalui Program Aspirasi Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Tahun 2026.

Program tersebut diterima Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, dalam kegiatan penyerahan program LSDP se-Sulawesi yang berlangsung di Kota Makassar, Selasa (6/10/2026).

Penyerahan program dilakukan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya bersama Ketua Komisi II DPR RI. Dalam kegiatan tersebut, Siska didampingi Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muh. Inarto dan Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Saiful.

Dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi Pemkot Kendari dalam membenahi persoalan persampahan yang selama ini membutuhkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari sumber sampah hingga tempat pemrosesan akhir.

Siska menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Dalam Negeri, Komisi II DPR RI dan seluruh pihak yang telah mendukung Kota Kendari melalui program LSDP.

“Pemerintah Kota Kendari menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program Aspirasi LSDP ini. Bantuan ini tentu menjadi peluang besar bagi kami untuk semakin memperkuat pelayanan persampahan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Menurut Siska, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah dari permukiman menuju tempat pembuangan akhir. Dibutuhkan sistem yang terintegrasi mulai dari bagaimana sampah dihasilkan, dikumpulkan, diangkut, diolah hingga diproses pada tahap akhir.

Karena itu, program LSDP dinilai sejalan dengan agenda Pemkot Kendari dalam membangun pelayanan persampahan yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan.

Program LSDP sendiri merupakan proyek strategis pemerintah yang mendapat dukungan Bank Dunia melalui skema performance-based grants. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah.

Dukungan program mencakup penguatan kelembagaan, perencanaan dan pembiayaan, penyediaan sarana-prasarana, sistem pengangkutan dan pengolahan, hingga upaya mengurangi sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Bagi Kota Kendari, program ini juga memiliki keterkaitan dengan rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah di kawasan TPAS Puuwatu.

Kesiapan Kota Kendari dalam mengikuti program LSDP sebelumnya telah melalui pendampingan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Pada Agustus 2026, tim Bangda Kemendagri bersama Pemkot Kendari membahas persyaratan pelaksanaan LSDP sekaligus meninjau lokasi rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Puuwatu.

Siska menegaskan, dukungan anggaran tersebut akan dioptimalkan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan persampahan masyarakat.

“Kami akan memastikan program ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat Kota Kendari. Yang paling penting adalah bagaimana program ini nantinya benar-benar memperkuat sistem pelayanan persampahan dari hulu sampai hilir,” katanya.

Sebagai Ketua Komwil VI APEKSI, Siska juga menilai pembenahan persampahan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diikuti perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Upaya mengurangi dan memilah sampah dari sumber menjadi bagian penting agar sistem persampahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sampah ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program LSDP, Pemkot Kendari berharap pembenahan sistem persampahan dapat dilakukan lebih terarah, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengolahan dan pemrosesan akhir.

Dukungan tersebut diharapkan sekaligus mempercepat pengembangan fasilitas persampahan di Puuwatu dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan Kota Kendari yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.(SM)