NewsMetroPendidikan

Dinas Perpustakaan Kendari Terima Teacher in a Box, Akses Materi Belajar Tanpa Kuota

79
×

Dinas Perpustakaan Kendari Terima Teacher in a Box, Akses Materi Belajar Tanpa Kuota

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari menerima bantuan Teacher in a Box yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai materi pembelajaran digital tanpa koneksi internet dan tanpa kuota.

Bantuan tersebut diserahkan Rotary Club International melalui Pamela C. Davis dalam kegiatan Stakeholder Meeting di Perpustakaan Kota Kendari, Rabu (30/9/2026).

Penyerahan diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Rukmana dan disaksikan Bunda Literasi Kota Kendari.

Teacher in a Box merupakan perpustakaan digital offline yang menyimpan puluhan ribu sumber belajar. Materi yang tersedia mencakup buku digital, video pembelajaran, ensiklopedia, materi keterampilan hingga berbagai bahan pelatihan.

Sumber belajar tersebut tersedia melalui platform Kolibri dan RACHEL. Pengguna tidak perlu terhubung ke internet untuk mengaksesnya karena seluruh materi tersimpan dalam perangkat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Rukmana mengatakan, kehadiran Teacher in a Box menjadi tambahan fasilitas untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan digital.

“Dengan Teacher in a Box, masyarakat dapat mengakses berbagai bahan pembelajaran tanpa internet dan tanpa kuota,” ujar Rukmana.

Penggunaan perangkat tersebut juga relatif sederhana. Teacher in a Box membentuk jaringan Wi-Fi lokal yang dapat dihubungkan menggunakan telepon seluler, tablet maupun komputer. Setelah tersambung, pengguna dapat membuka materi pembelajaran yang tersedia di dalam sistem.

Jangkauan jaringan lokal dapat mencapai sekitar 100 meter dalam kondisi tanpa penghalang. Kondisi ini membuat perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah maupun lingkungan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet.

Tidak hanya menyediakan bahan bacaan, Teacher in a Box juga menghadirkan materi dalam bentuk video dan sumber pembelajaran lainnya. Kehadiran berbagai format tersebut memberikan pilihan bagi pengguna untuk belajar sesuai kebutuhan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Warga yang ingin mengakses sumber belajar melalui Teacher in a Box dapat berkunjung langsung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari.

Rukmana berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh pelajar, guru dan masyarakat yang membutuhkan tambahan sumber belajar.

Menurutnya, akses terhadap pengetahuan perlu terus diperluas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Keterbatasan jaringan internet tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pembelajaran.

Bantuan dari Rotary Club International tersebut sekaligus memperkuat layanan literasi digital di Kota Kendari. Melalui konsep perpustakaan digital offline, masyarakat mendapatkan alternatif untuk mengakses puluhan ribu sumber belajar tanpa harus mengeluarkan biaya untuk paket data.

Ke depan, keberadaan Teacher in a Box diharapkan dapat mendukung budaya belajar masyarakat sekaligus memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk memperoleh pengetahuan.(SM)