HeadlineBencana / KecelakaanNews

Satu Jenazah Rombongan Jurnalis Tragedi Erupsi Anak Gunung Krakatau, Berhasil Teridentifikasi

527
×

Satu Jenazah Rombongan Jurnalis Tragedi Erupsi Anak Gunung Krakatau, Berhasil Teridentifikasi

Share this article

TERAMEDIA.ID, Banten – Kapolda Banten Irjen. Pol. Hengki, S.I.K., M.H. didampingi Gubernur Banten Andi Sahroni dan Kepala Kantor SAR (KAKANSAR Banten) Al Amrad, S.Sos, bertempat di Markas Polisi Daerah (MAPOLDA) Banten ( 23/9/2026) menggelar Konfrensi Pers terkait hasil identikasi satu jenazah terkait Tragedi rombongan jurnalis saat erupsi Anak Gunung Krataku beberapa waktu lalu.

Kapolda Banten saat memimpin jumpa pers kali ini mulai menceritakan kronologi mulai hilangnya rombangan jurnalis bersama kru kapal Arupadatu I yang totalnya berjumlah 8 orang. Dengan rincian 5 Jurnalis & Freelence yaitu ( M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), Donal Husni (jurnalis lepas/freelance). Sementar 3 Kru kapal Arupadatu I yaitu (Warta/Surakman (Kru kapal/Nahkoda), Sukarman (anak buah kapal/ABK),Heriyanto (pemandu).

Setelah menuju sekitar perairan anak gunung krakatau untuk melakukan peliputan dan pengambilan gambar pada tanggal 7 September 2026, dan dinyatakan hilang beberapa jam kemudian di hari yang sama, proses pencarian seluruh rombomngan pun mulai dilakukan secara masiv, oleh seluruh unsur tim gabungan yang dikerahkan.

Pada tanggal 12 September 2026, 5 hari sebelum pencarian korban diakhiri pada 17 september 2026, Polda Banten mendapat informasi dari Polda Bengkulu bahwa telah ditemukan warga satu sosok jenazah di pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Lokasi penemuan di Pulau Enggano berjarak sekitar 340 hingga 360 kilometer dari titik awal hilangnya kapal di sekitar Selat Sunda.

” setelah kami mendapatkan kabar ditemukan 1 jenazah, kami langsung berkoordinasi tim DVI polda bengkulu, dan segera mencocokkan DNA 8 Korban yang masih dalam pencarian saat itu. Hasil pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri menunjukkan DNA jasad tersebut identik dengan Surakman (pria/50) yang merupakan salah satu Kru Kapal Arupadatu I.” ucap Hengki saat jumpa pers.

Adapun kesesuaian DNA tersbut setelah di cocokkannya DNA Almarhum Sukarman dengan anak kandungnya. Proses pencocokan DNA ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu dari penemuan jenazah tersebut. Kini pihak Polda Banten bersama Pemerintah, Basarnas dan tim terpadu lainnya akan menanti pengiriman jenazah dari bengkulu ke provinsi Banten yang direncakan tiba esok hari 24 September 2026. (*)

Editor:NZ