NewsMetro

Wali Kota Kendari Dorong Penguatan Data Statistik, Tegaskan Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

×

Wali Kota Kendari Dorong Penguatan Data Statistik, Tegaskan Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan pentingnya pemanfaatan data statistik dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih terarah saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan statistik di daerah. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi, mulai dari lemahnya koordinasi antarinstansi, belum terstandarnya data, hingga keterbatasan sumber daya manusia.

“Masih banyak pengambilan keputusan yang belum berbasis data. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Meski demikian, Komisi X DPR RI memberikan apresiasi terhadap capaian Sulawesi Tenggara yang dinilai cukup progresif. Di antaranya masuk dalam delapan besar nasional pengelolaan data statistik serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,79 persen pada 2025.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menekankan bahwa tantangan statistik saat ini tidak hanya pada akurasi, tetapi juga kecepatan dan relevansi data. Ia menyebut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum strategis untuk memotret struktur ekonomi nasional secara menyeluruh.

“Ini pekerjaan besar karena kita harus mendata puluhan juta pelaku usaha. Data ini akan menjadi peta pembangunan ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengakui bahwa penggunaan data dalam perencanaan program di daerah masih perlu diperkuat. Ia mencontohkan kebijakan pengendalian inflasi yang kerap tidak efektif karena tidak didasarkan pada data yang tepat sasaran.

“Kegiatan dilakukan, tapi tidak menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Ini karena belum berbasis data,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Kendari memaparkan capaian pembangunan Kota Kendari yang dinilai tidak lepas dari peran data statistik. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari tahun 2025 mencapai 86,36 persen atau berada di posisi keenam nasional.

Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,18 persen, terendah di wilayah Sulawesi, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,16 persen. Gini Ratio juga mengalami penurunan ke angka 0,350, yang menunjukkan perbaikan dalam distribusi pendapatan masyarakat.

Namun, ia juga mengakui adanya tantangan berupa meningkatnya tingkat pengangguran terbuka, yang dipicu oleh arus urbanisasi ke Kota Kendari.

“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan dengan pendekatan berbasis data agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan BPS menjadi faktor penting dalam memastikan setiap program pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari Komwil VI APEKSI, Wali Kota Kendari juga menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang akurat.

“Data yang diberikan masyarakat bersifat rahasia dan sangat penting untuk perencanaan pembangunan ke depan. Ini untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum penguatan regulasi statistik nasional, termasuk rencana revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. DPR RI berharap regulasi tersebut mampu memperjelas peran daerah dalam pengelolaan data serta mendorong integrasi sistem statistik yang lebih kuat.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, diharapkan kualitas data di Sulawesi Tenggara semakin meningkat dan mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.(SM)

 

Editor:NZ