NewsDaerahPariwisata

Meski Kondisi Akses Darat Belum Membaik, Liburan Pergantian Tahun di Desa Wisata Namu Naik 200% Lebih

×

Meski Kondisi Akses Darat Belum Membaik, Liburan Pergantian Tahun di Desa Wisata Namu Naik 200% Lebih

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KONAWE SEKLATAN – Libur pergantian tahun seperti biasa akan berdampak terhadap destinasi wisata di manapun. Demikian halnya yang terjadi didesa wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

KONDISI AKSES

Akses untuk menuju Desa Wisata Namu terdapat 2 moda transportasi, yaitu Laut dan Darat. Untuk akses laut dapat di kewati dari manapun, namun biasanya banyak pengunjung yang start dari pelanuhan rakyat langgapulu. Akses lainnya jalur darat, namun akses darat hingga saat ini masih memperihatinkan, karena status jalan kabupaten masih tanah belum pengerasan, sehingga jika terjadi hujan rawan jalur licin.

 

KONDISI WISATAWAN

Meski dengan jalur darat yang belum normal, namun sejak 31 desember 2025 wisatawan sudah mulai masuk yang didominasi kendaraan roda 2. Selebihnya wisatawan menggunakan jalur laut.

Menurut salah seorang anggota pokdarwis yang bertugas di pintu masuk desa wisata namu, saat ini untuk retribusi masuk wisatawan kolaborasi dengan dinas pariwisata kabupaten konawe selatan khususnya terkait retribusi Pendapatan Aski Daerah.

“memang kami dari pokdarwis harus bekerja keras mengawal arus keluar masuk wisatawan karena terhadi di 2 alur masuk darat dan laut, hingga tanggal 1 januari 2026 kurang lebih 200 an wisatawan masuk ke desa namu, meski data dari alur laut belum terkumpul” ujar sailan selaku pokdarwis desa wisata namu (1/1/2026).

Smentara kepala desa namu untuk data sementara mengaku bahwa sejak 31 desember 2025 parkiran utama sudah penuh karena tingginya wisatawan yang menginap.

“dari tanggal 31 desember 2025 kemarin kawasan parkir utama kamu sudah penuh dan dipadati roda dua. Sehingga pengelola desa wisata mencarikan solusi untuk area parkir tambahan, karena tanggal 1 januari 2026 wisatawan makin bertambah” jelas Nikson selaku kepala desa namu.

 

 

ATURAN DI PERKETAT

Sejak Agustus 2025 Desa Wisata Namu sudah mulai menjalankan konsep pengembangan desa wisata mereka, yaitu berkelanjutan berbasis lingkungan dan konservasi. Sejak saat itu proteksi terhadap lingkungap mereka dari hutan, darat dan laut makin diperketat. Salah satu bentuk aturan yang diterapkan, tidak diperkenankan lagi kendaraan roda 4 dan Roda 2 wisatawan masuk ke kawasan wisata. Tujuannya mengurangi polusi emisi, dan menjaga jalan desa agar tidak cepat rusak karena kondisi tanah di desa namu labil akibat menyatu dengan pasir pantai.

 

GELIAT EKONOMI

Dampak angka kunjungan naik drastis diatas 200% sangat berdampak pada nilai ekonmi masyarakt baik UMKM maupun usaha kreatif dari masyarakat lainnya.
Sejumlah kios sembako mengaku harus restoking barang, penyewaan tenda harus menambah karyawan untuk melayani permintaan dan pemasangan tenda camping yang cukup tinggi. Demikian juga dengan Homestay meski terjadi penurunan sedikit angka inap homestay dari tahun sebelumnya, namun tetap terisi beberapa homestay.
Disisi lain memanfaatkan wisatawan yang menmiliki banyak barang bawaan, warga setempat memanfaatkan jasa poerter menggunakan arco untuk membawa barang menuju lokasi nginao wisatawan, karena tidak bisa lagi membawa kendaraan masuk dikawasan wisata.
Disisi lain permintaan ikan segar di nelayan desa sanaht tinggi sehingga memaksa sejumlah nelayan terpaksa sehari bisa bolak balik laut beberapa kali mencari ikan untuk memenuhi permintaan wisatawan.

Dan ditahun baru kali ini Desa Wisata Namu menghadirkan atraksi wisata baru yaitu paddle board, kayak, dan banana boat sehingga pendapatan pengelola wisata tentu makin bertambah.(***)

 

Editor: AN