NewsHukum & KriminalMetro

Tukang Ojek di Kendari Bacok Seorang Pria Gegara Terbakar Cemburu

×

Tukang Ojek di Kendari Bacok Seorang Pria Gegara Terbakar Cemburu

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – seorang tukang ojek bernama Idris alias Andong (42) nekat membacok seorang pria di kendari gegara terbakar api cemburu di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Watuwatu, Kota Kendari tepatnya di SPBU Teratai, pada Kamis (27/10/2022) sekitar pukul 09.30 WITA.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman mengatakan, korban bernama amsir yang kesehariannya bekerja sebagai supir sedang mengantre BBM bersama supir lainnya kemudian di datangi Pelaku Idris yang langsung nekat melakukan pembacokan.

“Saat korban sedang cerita dengan teman sesama supir, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang korban sambil memegang parang dan langsung mengayunkan parang tersebut ke arah korban sehingga mengenai bagian punggung sebelah kiri dekat belakang leher,” kata Eka Faturrahman, Jumat (28/10/2022).

lanjut Eka, akibatnya korban mengalami luka robek. Setelah itu, korban langsung lari dan pelaku langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

“Selanjutnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polresta Kendari guna pengusutan lebih lanjut,” Ucap Kapolresta.

Setelah itu, Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari melakukan pencarian terhadap tersangka dan setelah lokasi tersangka diketahui, Tim Buser77 SatReskrim Polresta Kendari melakukan penangkapan terhadap tersangka di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

“Tersangka ditangkap berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 351 KUHPidana dengan barang bukti sebilah parang dengan panjang sekitar 50 sentimeter,” jelas Eka.

Sementara keterangan dari tersangka Idris, ia menebas korban sebanyak satu kali menggunakan tangan kiri yang mengenai leher korban.

“Motifnya pelaku merasa sakit hati karena korban Amsir berselingkuh dengan istrinya dan pernah mendapati Amsir berduaan dengan istrinya,” tandasnya.

 

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News