NewsMetro

Terkait Tudingan “sunat ” Bantuan Kemensos, Pemkot Kendari Buka Suara

90
×

Terkait Tudingan “sunat ” Bantuan Kemensos, Pemkot Kendari Buka Suara

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Terkait isu adanya pemotongan dana bantuan Atensi Rehabilitasi Sosial penyandang Disabilitas oleh Dinas Sosial Kota Kendari, pemerintah Kota Kendari akhirnya buka suara dan menjelaskan hal yang sebenarnya pada isu tersebut.

Melalui Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Dr. Ir. Nismawati, M.Si pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa isu adanya pemotongan dana tersebut oleh dinas sosial kota kendari tidaklah benar dan tegas dibantah.

“Terkait isu yang ada di media online itu, yang menyatakan bahwa ada pemotongan dana bantuan program Atensi dari Dinas Sosial. Dikesempatan ini saya menyatakan bahwa itu tidak benar adanya karena saya sudah konfirmasi ke Kadis Sosial maupun ke kepala bidang yang memang mempunyai tupoksi program Atensi ini,” ungkap Nisma, Senin (4/9/2023) saat ditemui.

Kemungkinan besar, lahirnya isu pemotongan itu terjadi karena pihak yang memberikan informasi atau media yang memberitakan belum memahami bahwasannya nilai bantuan Atensi sesungguhnya berbeda-beda angkanya antara satu penerima dan penremia lainnya.

“Jadi ada yang menerima Rp2,4 juta dan dan ada yang menerima Rp1,5 juta sehingga timbul pertanyaan kenapa berbeda. Nah itu semua berdasarkan pertimbangan Kemensos,” lanjut nisma.

Lebih lanjut nismawati menyebut, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke koordinator penyaluran bantuan. Berdasarkan aturan Kemensos bahwa mereka memberikan bantuan dengan dua bukti pertanggung jawaban. Pertama ada bukti bahwa bantuan yang turun betul-betul diterima penerima manfaat dan kedua harus ada bukti belanja dari penerima manfaat.

“Jadi kalau uang Rp2,4 juta harus belanja Rp 2,4 juta dan harus bernota ada stempelnya belinya di toko mana. Ada juga kejadian yang menurut Kabid Resos bahwa inikan kadang-kadang memang penerima mau membelanjakan sendiri uangnya. Sementara aturannya ini untuk kebutuhan pokok. Jadi tidak boleh beli beli yang lain. Jadi teman-teman dari Dinsos harus mendampingi,” tegasnya lagi.

Sebelumnya Kabid Rehabilatasi Dinsos kota Kendari, Husni Mubarak saat dikonfirmasi mengatakan, Pihaknya hanya melakukan pendampingan terhadap warga mulai dari Kantor Pos untuk pencairan dana bantuan dan pembelian sembako di toko-toko Kota Kendari.**(RED)