NewsEkonomi

OJK Sultra : Industri Jasa Keuangan Sampai Dengan September 2023, Menunjukan Pertumbuhan Positif.

137
×

OJK Sultra : Industri Jasa Keuangan Sampai Dengan September 2023, Menunjukan Pertumbuhan Positif.

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Media Gathering, diikuti sebanyak 43 perwakilan media cetak, eletronik dan online, di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (28/11/2023).

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya mengatakan kegiatan ini merupakan agenda yang secara periodik dilakukan, guna diseminasi informasi terkait perkembangan
sektor jasa keuangan khususnya di Sultra.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi pintu informasi kepada masyarakat melalui media pemberitaan, agar literasi masyarakat semakin meningkat. Sehingga mampu memahami manfaat dan risiko yang melekat dalam produk jasa keuangan dan terhindar dari penawaran investasi ilegal,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bagian Pengawasan, OJK Sultra, Arya Prabu dalam pemaparannya menyebutkan perkembangan Industri Jasa Keuangan sampai dengan September 2023, menunjukan pertumbuhan positif.

Dimana saat ini, jumlah jaringan kantor industri perbankan sebanyak 184. Dengan
rincian jumlah bank umum sebanyak 23, dengan jaringan kantor sebanyak 178, dan Kantor Pusat BPR sebanyak 15, jumlah jaringan 6 kantor.

Sedangkan secara umum, aset perbankan di Sultra posisi September 2023 tumbuh
10,53% (yoy) menjadi sebesar 46,87 T.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar
8,15% (yoy) menjadi sebesar 31,87 T, disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang tinggi 109,41% dengan risiko kredit (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,93%,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari sisi penyaluran kredit kepada Kredit UMKM mengalami
pertumbuhan sebesar 11,83% dengan rasio NPL di posisi 3,29%.

Pangsa kredit UMKM mencapai 37,54% dari total penyaluran kredit sebesar
Rp34,40 Triliun.

“Bila dilihat dari kategori UMKM, pertumbuhan kredit UMKM secara yoy didominasi oleh Kredit Mikro 66,45%, Kecil dan
Menengah yang masing-masing terkoreksi -29,74%, dan – 5,93%,” jelasnya.*(NV)