NewsFilmHeadlineLifestyle

Nobar Film Pendek Pertama Seputar Desa Wisata di Sultra Studio Bioskop dipadati Penonton, Kadispar Sultra Apresiasi

1763
×

Nobar Film Pendek Pertama Seputar Desa Wisata di Sultra Studio Bioskop dipadati Penonton, Kadispar Sultra Apresiasi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sebuah FIlm Pendek dengan tema Desa Wisata dan aktifitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa menarik perhatian ratusan penonton di bioskop Hollywood Kendari (25/4/2024)

Ahmad Nizar yang akrab disapa ino, yang merupakan sutradara dari film berjudul ‘PESONAMU” mengungkapkan bahwa ide cerita yang diangkat, merupakan inspirasi selama dirinya memberikan pendampingan penguatan kapasitas Di Desa Wisata Namu.

” Desa Namu, kecamatan Laonti, Konawe Selatan, banyak memberikan saya inspirasi, cerita dan pengalaman berharga selama beberapa bulan terakhir melakukan pendampingan Desa Wisatanya. Salah satunya tentang bagaimana Mahasiswa UGM Jogja yang jauh datang ke desa ini, namun bisa menjalankan 200 Lebih program kerja hanya dalam jangka waktu 50 hari masa KKN mereka, dan program kerjanya tepat sasaran untuk mendukung pengembangan dan penguatan desa wisata namu. Sehingga saya terpanggil untuk awalnya membuat film dokumenter tentang hal itu, namun satu dan hal akhirnya merubah ke dalam film pendek fiksi dengan judul PESONAMU yang bisa di artikan pula dengan Pesona Desa Wisata Namu, atau arti pesonamu untuk semua hal yang ada di desa ini ” ujar ino.

Ada yang menarik dengan film ini, dimana sang sutradara yang ternyata sekaligus menjadi penulis naskah hingga kameramen hanya menggunakan Handphone untuk proses pembuatan filmnya. Dan yang lebih mencengangkan film dengan durasi kurang lebih 30 menit ini hanya dibuat selama 2 hari proses shoting dengan padatnya dialog antar pemain didalamnya.

” iya benar proses shoting hanya 2 hari, padahal saya dan beberapa tim sudah standby seminggu. Hal itu terjadi karena saya tidak mau mengganggu aktifitas KKN Mahasiswa yang terlibat di film ini, karena mereka cuma punya waktu sehari untuk fokus di film ya saya manfaatkan sehari itu saja, dan seharinya lagi shoting untuk talent diluar mahasiswa. Sedangkan proses keseluruhan dari pra hingga pasca produksi finishing,semingguan kurang lebih. ” lugas sutradara film pesonamu.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli HT yang ikut menonton langsung film ini mengatakan karya ini sangat relate dengan suasana KKN pada umumnya. Cerita yang dibangun sangat menarik dalam film tersebut. Walaupun, kata Belli Durasi dari film tersebut masih terasa kurang baginya.

“Bagus filmnya, relate dengan suasana KKN jaman now. Hanya kurang panjang durasi filmnya,” ujarnya.

Dirinya berharap agar industri film Sultra dapat terus berkembang dan Dinas Pariwisata selalu mendukung para cineas lokal.

Sedangkan salah satu penonton, Alfri asal IAIN Kendari mengatakan, film ini sangat menarik dan berkualitas. Sebab disemua scene lokasi syuting mengexplore keindahan des wisata Namu.

“Keren, lewat film ini juga saya mengetahui bahwa di bagian bumi Sulawesi Tenggara ada desa yang panorama laut yang indah,” ungkapnya.

“Semoga kedepan ada karya baru yang dapat dihasilkan oleh sutradara dan tim,” harapnya.

Adegan film juga sangat emosianal, terlebih saat bapak dari Nabila yang buta berkeluh terhadap Tuhan saat anaknya sedang mengalami sakit.

Adegan tersebut menguras perasaan sedih, pasalnya dalam film tersebut Nabila hanya tinggal berdua dengan ayahnya sebab ibunya telah meninggal dunia.

“Sangat-sangat emosional filmnya,” ujarnya.

FIlm ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang datang menonton, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, pemerintahan, hingga kalangan seniman dan pelaku film di kendari. Hal itu terlihat dengan ratusan penonton yang memadati studio 1 bioskop lokasi pemutaran film pendek PESONAMU. Seluruh hasil penjualan tiket dari film ini, didonasikan untuk membantu fasilitas tempat ibadah dan fasilitas wisata di desa wisata namu.(ST)

Editor: NZ