NewsMetro

KPU Kendari Komitmen Perkuat Akses Informasi Publik dan Pelayanan Disabilitas

1
×

KPU Kendari Komitmen Perkuat Akses Informasi Publik dan Pelayanan Disabilitas

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan publik dan transparansi informasi, termasuk peningkatan akses bagi kelompok disabilitas, Hal itu disampaikan Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan KPU Kota Kendari yang digelar di Aula KPU Kota Kendari, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, antara lain Ketua Komisi Informasi Sultra Andi Ulil Amri, S.Sos., M.Cd, perwakilan Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah Sultra, akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), dan sejumlah stakeholder lainnya. Forum ini menjadi wadah untuk memberikan saran dan masukan terhadap peningkatan standar pelayanan publik KPU.

Ketua Komisi Informasi Sultra, Andi Ulil Amri, S.Sos., M.Cd, dalam sarannya menekankan pentingnya pengawasan eksternal terhadap pelayanan publik di KPU, serta perlunya survei kepuasan masyarakat terhadap layanan KPU.

“Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 mewajibkan setiap lembaga publik membuka diri terhadap pengawasan eksternal. Mekanisme ini bisa melibatkan lembaga seperti Ombudsman, Bawaslu, hingga stakeholder kepemiluan lainnya,” jelas Andi, Senin (11/11/2025).

Ia juga meminta agar akses informasi publik lebih mudah dijangkau masyarakat, baik secara daring maupun langsung, serta agar KPU menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memberikan informasi yang akurat dan ramah terhadap kelompok rentan dan disabilitas.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem pelayanan dan keterbukaan informasi publik sesuai arahan KPU RI.

“Kami telah menyiapkan ruang pelayanan terbaik dengan petugas yang ramah dan terus meningkatkan kualitas individu melalui pelatihan,” ujar Jumwal.

Ia juga menjelaskan bahwa KPU akan melakukan simulasi pelayanan bagi penyandang disabilitas, termasuk perekrutan petugas yang memahami bahasa isyarat. “Kami akan evaluasi langsung bagaimana proses pelayanannya agar penyandang disabilitas dapat lebih mudah mengakses informasi,” tambahnya.

Forum ini menjadi bagian dari upaya KPU Kendari untuk meningkatkan standar pelayanan publik serta menampung masukan masyarakat dan pemangku kepentingan demi terciptanya pelayanan KPU yang lebih baik.*(TW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News