NewsHukum & KriminalMetro

Komplotan Pelaku Pembusuran di Jembatan Teluk Kendari Berhasil dibekuk Polisi

×

Komplotan Pelaku Pembusuran di Jembatan Teluk Kendari Berhasil dibekuk Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Seorang berinisial FAS (14) salah satu dari komplotan pelaku pembusuran di Jembatan Teluk Kendari berhasil dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kendari, Usai membusur sekelompok pemuda yang tengah nongkrong di Jembatan Teluk Kendari, pada Rabu (21/9/2022) malam.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Fathurrahman mengatakan, penangkapan bermula ketika FAS terlibat dalam kasus pencurian uang tunai Rp1,5 juta bersama rekannya berinisial AD di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, pada Kamis (22/9/2022) sekira pukul 03.00 Wita.

Saat dilakukan introgasi oleh pihak kepolisian, FAS juga mengaku terlibat pencurian cincin emas bersama AS di tempat yang sama pada pekan lalu.

“Pukul 06.15 FAS ditangkap, dari hasil interogasi pelaku melakukan pembusuran di Jembatan Teluk Kendari bersama 5 rekannya,” ujar M Eka Fathurrahman saat di konfirmasi. pada Sabtu (24/9/2022).

Lebih Lanjut, Kombes Pol Muh Eka mengungkapkan, FAS saat itu bersama 5 rekannya menggunakan motor Honda Beat hitam dan Revo merah melakukan pembusuran dan 4 orang termasuk FAS melepasakan busur tersebut kepada pemuda yang lagi nongkrong.

“Tapi dari pengakua FAS sendiri ia tidak tahu anak busur siapa yang mengenai korban (M Ajis Rifai),” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, dari mata busur panah menancap di bawah ketiak kanan korban M Ajis Rifai. Namun, saat diperlihatkan busur yang tertancap di badan korban, FAS menyebut benda tajam itu milik rekannya AD.

“FAS meyakinkan anak busur yang mengenai korban milik rekannya AD,” bebernya.

Mantan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra itu menuturkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembusuran berinisial AD.

“Untuk saat ini kami masih mengejar pelaku berinisial AD tersebut,” Tuturnya.

Selain itu, M Eka Fathurrahman menyebutkan, FAS juga sering melakukan pembusuran di berbagai sekolah, seperti di SMK Negeri 2 Kendari. Kemudian pada pekan lalu dia bersama rekan-rekannya dari sejumlah SMP dan SMA melakukan pembusuran di SMP Negeri 14 Kendari.

“Setelah melakukan pembusuran, FAS membuang busurnya ke laut. Bahkan kemarin mereka merencanakan tawuran di SMP 14 Kendari,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, – Seorang pria bernama M Ajis Rifai kembali menjadi korban pembusuran dorang tak dikenal (OTK) saat sedang nongkrong di Jembatan Teluk Kendari. pada Rabu (21/9/2022), sekitar pukul 23.30 WITA.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Faturrahman mengatakan, pelaku pembusuran berjumlah dua orang dengan berboncengan motor honda beat.

Saat itu, korban bersama rekan-rekannya berjumlah sepuluh orang sedang duduk di JTK. Tak lama kemudian pelaku datang, dan langsung menembakkan busur.

“Mata busur menancap di badan bagian bawah ketiak korban,” Ungkap Kapolresta Kombes Pol Eka.

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News