Special eventDaerahPariwisata

Karia’a Tradisi Turun Temurun Pererat Persatuan

276
×

Karia’a Tradisi Turun Temurun Pererat Persatuan

Share this article

TERAMEDIA.ID, WAKATOBI – Masyarakat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mempunyai satu tradisi unik bernama Karia’a . Tradisi ini merupakan upacara adat khusus bagi anak remaja yang mulai beranjak dewasa.

Tradisi Kari’a dilakukan dengan mengarak anak perempuan menggunakan tandu mengelilingi desa, sementara anak laki-laki berada di bagian depan dan berjalan kaki. Masyarakat setempat menggelar tradisi ini sebagai upacara sunatan khusus bagi anak laki-laki dan perempuan di Wakatobi.
Umumnya, tradisi Karia’a digelar setahun sekali oleh masyarakat Wakatobi dan dilakukan di waktu-waktu khusus. Namun tradisi ini sempat tidak terlaksana dalam beberapa tahun terakhir semenjak COVID-19.

Setelah larangan tersebut sudah dicabut, barulah pada tahun ini masyarakat Wakatobi bisa kembali menggelar tradisi Karia’a. Salah satu desa di Wakatobi yang masih melestarikan tradisi tersebut adalah masyarakat Desa Liya Togo.

Dalam pelaksanaannya, upacara tersebut dipimpin oleh tokoh adat yang dituakan di desa tempat digelarnya upacara Karia’a Lambe.

Dalam tradisi Karia’a Lambe, perempuan di atas tandu akan menggunakan pakaian adat Wakatobi lalu diarak dari desa ke kota. Sementara anak laki-laki yang berjalan kaki, serta tokoh adat juga menggunakan pakaian adat.

Para anak perempuan akan dikumpulkan terlebih dahulu dalam suatu tempat, kemudian dipandu oleh orang tua masing-masing sebelum diarak keliling desa.

Proses dimulainya upacara ini ditandai dengan nyanyian lagu-lagu daerah. Sepanjang berlangsungnya upacara, perjalanan juga akan diiringi dengan lagu daerah.

Pemangku adat akan berada di barisan depan saat upacara. Selain itu, diikuti juga oleh orang tua dari perempuan yang diarak di atas tandu.

Muhammad Riyadi selaku sekretaris keppo’oli menegaskan bahwa kegiatan seperti ini mampu mempererat silaturahmi khususnya warga liya togo.

” semoga kegiatan seperti ini terus bisa dilestarikan, karena momentum mempererat persatuan baik antar keluarga, tetangga dan umumnya masyarakat di liya togo ini ” ucap Riyadi.(3/08/2023)

Tradisi Karia’a Lambe ini dijadikan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara keluarga, kerabat, tetangga. Uniknya, sepanjang perjalanan para keluarga dari anak-anak perempuan akan saling bersorak memuji-muji sang anak yang ditandu.

Tradisi Karia’a ini merupakan suatu bentuk penghormatan kepada perempuan. Upacara yang digelar merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi turun-temurun yang telah diwariskan.

Reporter : Ahmad Nizar