NewsHukum & Kriminal

Jenazah Nelayan Korban Penembakan Dibawa ke Rumah Duka, Keluarga Minta Transparansi Polda Sultra

90
×

Jenazah Nelayan Korban Penembakan Dibawa ke Rumah Duka, Keluarga Minta Transparansi Polda Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Jenazah nelayan korban penembakan diduga dilakukan oleh salah satu anggota Polairud di perairan cempedak kabupaten Konawe Selatan dibawa ke rumah duka di kecamatan Laonti menggunakan kapal kayu, Minggu, (27/11/2023) malam.

Korban bernama Putra (17) meninggal dunia merupakan anak sulung dari pasangan Rustam dan Nayang. Diketahui korban berhenti sekolah dan menjadi nelayan.

Mewakili pihak keluarga korban, Rahman Tamburaka meminta transparansi Polda Sultra dalam mengusut kejadian naas yang menimpa keluarganya ini.

Rahman menuntut adanya keterbukaan informasi ke publik, sebab menurutnya dalam penindakan pelanggaran tidak serta merta aparat dapat mengeluarkan peluru untuk menembak korban.

Pun kemudian jika benar terjadi perlawanan oleh keempat korban, Rahman mempertanyakan indikator tolak ukur perlawanan yang dimaksud serta standar operasional pelaksanaan (SOP) dijalankan oleh aparat atau tidak.

“Semua ada SOP nya, setau kami ada tembakan peringatan dulu, tidak langsung menembak dengan sasaran yang mematikan. Informasi harus transparan termasuk apakah terduga pelaku ini menjalankan sesuai SOP nya atau tdak,” jelasnya.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, harusnya pihak aparat melakukan tindakan pencegahan, bukan menghilangkan nyawa. Ia menekankan agar para pelaku diproses secara hukum.

“Yang baru diamankan satu orang pelaku, namun setelah kami inventarisir rupanya pelaku ini ada tiga orang, dua aparat dan satu ASN,” bebernya.

Olehnya ia meminta adanya keterbukaan informasi mengenai penanganan kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh anggota Polairud Polda Sultra kepada empat orang nelayan di perairan Cempedak Kabupaten Konsel.

“Informasi harus terbuka, harus diusut tuntas, kamipun akan melakukan pendampingan melalui jalur-jalur hukum. Kami juga berharap agar kepolisian mengusut jelas kejadian ini,” pungkasnya.

Melalui pantauan awak media, jenazah meninggalkan rumah sakit Bhayangkara pada pukul 20.00 menuju pelabuhan beringin kota lama Kendari setelah pihak keluarga menerima surat kematian.

Setibanya di pelabuhan, korban diangkut menggunakan sebuah kapal kayu dan diberangkatkan ke rumah duka.*(ST).