NewsMetro

Gelar FGD, Fisip UHO dan UNHAS bahas isu-isu demokrasi di Sultra

100
×

Gelar FGD, Fisip UHO dan UNHAS bahas isu-isu demokrasi di Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas HaluOleo (UHO) kota Kendari menggelar Focus Group Discussion (FGD). Membahas isu-isu Demokrasi di Sulawesi Tenggara Sultra, dengan berkolaborasi dengan FISIP Universitas Hasanuddin (UNHAS) Kota Makassar dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sultra. Bertempat di Dekanat Fisip UHO, Pada Jumat (27/8/10/2023).

Dekan Fisip UNHAS, Prof.Dr Phill. Sukri Tamma mengatakan FGD yang kami realisasikan merupakan bentuk dari kepedulian tentang isu-isu demokrasi di Indonesia terkhusus Sultra dengan mengangkat tema tentang Penelitian Perlindungan Hak Pilih Bagi Pemilih.

” Ada 5 yang kita diskusikan terkait isu demokrasi, disability, hak pilih, dan hak untuk memilih, 5 poin penting itu menjadi isu yang selalu muncul dalam riset ini ” katanya

Lanjutnya, terkait Persoalan hak pilih, FGD ini ini untuk melakukan riset, hingga mencapai demokrasi yang positif bagi hak pilih untuk seseorang maupun milenieal dengan memilih calon dalam pemilu 2024 nanti.

” Persoalan hak pilih tadi, ada dari awal dan orientasi dengan itu banyak faktor seseorang yang tidak menggunakan hak pilihnya, pertama informasi yang diperoleh terkait dengan calonya artinya ada trans kepercayaan pemilih, maupun rasiolitas bagi pemilih ” lanjutnya

Dengan itu, ia berharap pemerintah yakni disdukcapil agar dapat menyelesaikan administrasi pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dalam menyuarakan hak pilih bagi masyarakat terkhusus milenial.

” Jadi pembahasan tadi, isu pemilih yakni milenial masih 60 % yang memiliki KTP, dan Untuk syarat menggunakan hak pilih itu harus ada KTP, dari 2800 data kasus di Sultra ini baru sekitar 1000 lebih yang memiliki KTP, ada sekitar 1800 lebih yang belum mempunyai KTP terancam tidak menggunakan hak pilihnya itu yang kita lakukan riset saat ini ” jelasnya

Sementara itu, Dekan Fisip UHO, Prof Eka Suaib menuturkan bahwa kerja sama dengan UNHAS tidak hanya melalui dari bentuk dokumen tetapi juga untuk mendorong program MBKM dengan menggandeng pemerintah daerah yakni Brida Sultra.

” Harapan kita selanjutnya dalam masa-masa yang akan merupakan bentuk kolaborasi dalam hal pengajaran, penilitian, pengabdian masyarakat dan ini juga saling berinteraksi satu sama lain dalam mendorong program MBKM ” harapnya. *(RZ)