NewsMetroPariwisata

Dispar Sultra Gelar Rakor Pemasaran Pariwisata Guna Samakan Persepsi untuk Pengembangan Kepariwisataan Bumi Anoa

163
×

Dispar Sultra Gelar Rakor Pemasaran Pariwisata Guna Samakan Persepsi untuk Pengembangan Kepariwisataan Bumi Anoa

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi pemasaran Pariwisata di Lippo Plaza Kendari, Jumat (8/3/2024).

Kegiatan ini dihadiri Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, Ketua Tim Event Daerah Wilayah Kalimantan dan Sulawesi bersama jajarannya dan tamu undangan dari OPd se-Sultra.

Kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi dan pendapat untuk pengembangan kepariwisataan di provinsi julukan Bumi Anoa.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) Belli HT menyampaikan dalam rakor ini akan didiskusikan tentang strategi promosi kepariwisataan.

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan untuk penyelenggaraan event tingkat kabupaten/kota dapat dimaksimalkan dan memberi dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan kepuasan bagi para turis.

“Penyelenggaraan event harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, juga melibatkan masyarakat sekitar,” tegas Kadispar Sultra.

Selanjutnya, Belli juga mengharapkan ada panduan penyelenggaraan event yang diedar ke daerah. Hal ini guna penyelenggaraan kegiatan dapat bersinergi dari pusat hingga daerah.

“Saya belum dapat, dan semoga ada panduan penyelenggaraan event yang dapat didistribusikan ke daerah sebagai petunjuk penyelenggaraan event. Jadi event yang dilaksanakan terstruktur sesuai panduan,” bebernya.

Sementara kepala bidang promosi Dispar Sultra, Andi Shahrir menyampaikan, kegiatan ini sebenarnya adalah side event dari launching Kurasi Event Nusantara (KEN) tahun 2024.

“Kita tambahkan rapat koordinasi, jadi kegiatan ini bukan kegiatan utama,” ujarnya.

Penambahan kegiatan dalam launching KEN 2024 ini bertujuan untuk menjawab perubahan iklim wisatawan di Indonesia. Olehnya dibutuhkan persamaan persepsi bersma dispar kabupaten/kota tentang arah dan strategi kebijakan akan pemasaran Pariwisata di tahun ini.

“Paradigma para wisatawan telah mengalami perubahan trend disetiap tahunnya. Semula hanya ingin menyaksikan pemandangan indah, sekarang berubah,” terangnya.

Perubahan yang dimaksud adalah para wisatawan saat ini memiliki minat besar menikmati kuliner, mengikuti event, menikmati seni dan budaya yang ada didaerah, lalu menikmati pemandangan indah.

Trend tersebut coba dijawab oleh Dinas Pariwisata Sultra, olehnya melalui rakor ini, diharapkan lahir penyamaan persepsi dan setiap kabupaten/kota memiliki satu event unggulan yang kedepan dapat diajukan dalam Kurasi Event Nusantara.

“Kita harapkan lahir event baru dan jagoan dari tiap kabupaten kota, karena Sultra sangat kekurangan event, utamanya yang dapat menjadi prioritas untuk diajukan dalam KEN,” bebernya.

“Sekarang promosi kita sudah harus bergerak berpa budget yang dikeluarkan oleh wisatawan dan apa yang mereka nikmati atau dapatkan dari buget yang dikeluarkan,” tambahnya.

Dalam rakor tersebut, Ketua Tim Event Daerah Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Direktorat Event Daerah kemenparekraf, Vicky Apriansyah, dalam paparannya menjelaskan, daerah mesti menggali dan menggarap semua potensi yang ada.

Penyelenggaraan event memiliki potensi besar terhadap Bisnis dan Ekonomi, serta pergerakan pengunjung. Dalam pencapaian tahun 2023, dari 106 event KEN yang terlaksana, memberikan dampak terhadap subsektor lainnya, produksi barang dan jasa di Indonesia naik sebesar Rp.212.2 miliar. PDB Indonesia bertambah Rp.198,6 milliar, dan 7,36 juta kunjungan memberikan dampak perputaran uang Rp.12, 38 triliun.

Dampak bagi lapangan pekerjaan juga sangat besar, dengan melibatkan 11.399 UMKM, pekerja sebanyak 36.500, pelaku seni sebanyak 142.700, dan asosiasi atau komunitas sebanyak 839.

“Dari data, untuk potensi bisnis sebuah event biasanya dalam satu tahun itu angka yang berputar diangka 34,5 triliun sampai 164,4 triliun per tahun,” bebernya.

Kharisma Event Nasional (KEN) tahun 2024 diharapkan, menjadi salah satu program strategis yang berkontribusi pada pencapaian target 1,25 – 1,5 miliar pergerakan wisatawan Nusantara dan 4,4 Juta lapangan kerja yang berkualitas.

Kemenparekraf siap mendukung promosi, dan publikasi KEN melalui media digital, juga fasilitasi dalam membangun jejaring dan penguatan ekosistem event, sehingga KEN dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Serta mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisman dan pergerakan wisnus.

“Kami menyediakan platform promosi dan juga bekerjasama dengan wondervers Indonesia, dan media patner TVRI dan RRI,” pungkasnya. *(ST).

 

Editor:NZ