PariwisataNews

Cerita Dibalik Raihan Prestasi Dispar Sultra pada Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia

118
×

Cerita Dibalik Raihan Prestasi Dispar Sultra pada Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi di kancah Nasional, dalam ajang Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Republik Indonesia, di hotel Mulia Senayan Jakarta, Jumat 15 Desember 2023 lalu.

Pada ajang tersebut Dispar Sultra yang dinakhodai oleh Belli, mendapatkan tiga anugerah sekaligus antara lain, Provinsi terbaik BBWI Tingkat Nasional, Juara satu Provinsi terbaik dalam implementasi strategi kebijakan Pemda, dan Provinsi terbaik BBWI untuk kawasan Sulawesi Maluku Papua.

Ada cerita menarik dari raihan prestasi kali ini, pasalnya Sultra bersaing dengan 38 provinsi yang ada di Indonesia dengan ragam destinasi wisata yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli menceritakan behind the scene dari raihan prestasi yang membanggakan bagi kepariwisataan Provinsi berjuluk Bumi Anoa ini.

Mulanya kata Belli, pemikiran soal seruan bangga berwisata di Indonesia ini telah ia amati saat Menteri Pariwisata Sandiaga Uno berkunjung ke Sultra dengan memakai Kaos bertuliskan “Di Indonesia Aja”.

Kalimat ini lah yang ia adopsi dan kembangkan untuk skala Sultra, dengan mengkampanyekan Bangga berwisata di daerah Sendiri Sulawesi Tenggara.

“Kalau menteri berfikir dalam konteks di Indonesia aja, berarti kita berfikir dalam konteks di Sulawesi Tenggara aja. Mengajak orang untuk berliburan ke Sulawesi Tenggara,” ceritanya saat ditemui diruang kerjanya dikantor Dispar Sultra, Selasa, (19/12/2023).

Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia ini dimulai saat Pandemi Covid-19 melanda. Saat itu dilakukan pembatasan wisatawan luar datang ke Indonesia. Namun rupanya saat itu, Indonesia memiliki potensi besar dengan Wisata Nusantara atau masyarakat yang berwisata didaerahnya masing-masing. Hal ini lah yang menopang sekotor pariwisata untuk tetap eksis pada kala itu.

Dilanjutkan saat Rapat koordinasi kepala daerah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, yang menyampaikan seruan atau ajakan untuk masyarakat berwisata di Indonesia.

“Pemerintah pusat itu mendorong semua provinsi untuk meningkatkan angka pergerakan wisawatan nusantaranya, mencapai dua setengah kali lipat,” bebernya.

Sulawesi Tenggara sendiri diberikan target pergerakan wisatawan nusantara tahun 2023 dengan 6,6 juta pergerakan wisatawan nusantara. Ini merujuk pada angka pergerakan pada tahun 2021 sebanyak 2,5 juta pergerakan.

Rupanya, hingga pengumuman pemenang Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia, Sulawesi Tenggara menjadi satu-satunya provinsi yang melampui target nasional.

Hal ini mendapat apresiasi dari Kemenkomarves, sebab Sultra memiliki kesiapan matang pada sektor pariwisata. Salah satu apresiasi itu dirasakan oleh Kadispar Sultra saat diminta untuk memberikan tanggapan dari kebijakan nasional Kemenkomarves dan Kementerian Pariwisata pada Rakornas di Bandung.

“Kita mendapatkan apresiasi khusus, tidak disampaikan akan menang, namun bahasa dari pak Odo bahwa apa yang kita lakukan di Sulawesi Tenggara luar biasa,” katanya.

Belli juga menceritakan, bahwa tahun ini Sultra menjadi Tuan Rumah Bangga Berwisata di Indonesia dan Bangga Buatan Indonesia.

“Saat Harfestingnya itu di awal bulan Agustus, dengan target 6,6 juta perjalanan, Sultra telah melewati target dengan 7,5 juta perjalanan. Sehingga saat itu pak Odo yang datang untuk menilai kesiapan Sultra sebagai tuan rumah surprise bahwa ada provinsi yang telah melampaui target nasional,” jelas Belli menceritakan.

Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh Dispar dalam keikutsertaannya pada ABBWI tahun 2023 ini, dimulai pada Bulan Oktober pada tahapan pengiriman berkas ke pemerintah soal keikutsertaan Sultra dalam ajang tersebut.

Lalu dilanjutkan dengan masing-masing kepala Dinas mempresentasikan apa yang dilakukan untuk Pariwisata Indonesia dan pergerakan Wisatawan Nusantara.

Pasca itu, keluarlah hasil empat besar dari masing-masing kawasan. Sultra sendiri tergabung dalam kawasan Sulawesi Maluku Papua dan menjadi yang terbaik.

Keempat besar itu yakni, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Setelah itu tim Kemenkomarves melakukan Difisitasi untuk menentukan terbaik satu atau juara umum.

Saat itu kata Belli, tim Difisitasi melakukan penilaian di Destinasi Wisata Lembo Wolio Kota Baubau, kemudian Dewasa Wisata Waburi Park di Buton Selatan.

“Setelah dari sana, tiba kembali di kendari, jam 3 diskusi lagi dengan tim pentahelix kepariwisataan, ada dari persnya, ada dari industrinya, ada dari Perguruan tinggi dan pelaku wista itu berdiskusi dan kami tidak boleh mencampuri itu,” ujarnya.

“Setelah itu tim Disifitasi kembali ke Jakarta dan kami masih diminta untuk mengirimkan video inovasi yang dilakukan di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Melalui itu, kemudian diumumkan pada Jumat, 15 Desember 2023, Sultra meraih tiga penghargaan sekaligus mengalahkan 38 provinsi.

Raihan ini tidak terlepas dari kesiapan Dispar Sultra dalam keikutsertaannya pada ajang tersebut. Bahkan sebelum rilis standar penilaian yang dilakukan oleh Kemenkomarves, Dispar telah melakukan aktivitas tersebut jauh sebelum rilis tersebut diterima.

Hal ini menunjukkan, Dispar Sultra dengan ragam destinasi yang ada memiliki kesiapan dalam menjawab tantangan yang ada dan mengekspresikan kepariwisataan khususnya pergerakan wisatawan Nusantara.

“Bahkan kita telah membuat travel pattern. Destinasi bahkan kita membuat sampai tingkatan desa wisata, kita juga buat travel pattern khusus edisi petualangan. Ini menjadi poin tambahan bagi Sultra,” terang Belli.

Dari hasil tersebut, Belli mengucapkan Syukur dan terimkasih atas Raihan tersebut. Dirinya sadar bahwa mempertahankan lebih sulit namun ia optimis untuk selalu mendorong angka pergerakan Bangga Berwisata di Indonesia.

Ucapan terimakasih pula ia sampaikan atas dukungan pejabat Gubernur yang memimpin langsung gerakan bangga berwisata di Indonesia, juga Sultra.

“Alhamdulillah, tentu suatu kebanggaan bagi kami diberikan apresiasi oleh kementerian berbeda. Dan terimkasih pula untuk pak gubernur yang memimpin langsung gerakan bangga berwisata di Indonesia dan Sultra melalui ketikannya di Handphone mengajak masyarakat untuk berlibur di dalam Daerah Sultra,” pungkasnya. *(ST).