NewsMetro

Bimtek KIM Wilayah Sulawesi dan Wilayah RAN PPDT

54
×

Bimtek KIM Wilayah Sulawesi dan Wilayah RAN PPDT

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Dinas Kominfo Kota Kendari mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan platform digital kemitraan bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di wilayah Sulawesi dan wilayah Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (RAN PPDT), Selasa (25/6/2024).

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota KIM, khususnya diseminasi informasi kepada publik.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio. Hadir sekaligus menjadi pembicara Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (Hasyim Gautama), Business Analyst KIM.id (Mohamad Wendy) dan Pengajar Modul KIM.id (Mochammad Firmansyah).

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Hasyim Gautama menerangkan, KIM mesti menunjukkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Peran KIM yang tersebar di berbagai daerah ini menjadi kunci dalam memastikan informasi dari pemerintah sampai ke masyarakat secara efektif dan akurat.

Hasyim Gautama berharap dengan adanya Bimtek ini, anggota KIM dapat lebih terlatih dan terfasilitasi dalam mengelola dan menyebarkan informasi.

“Kita berupaya bagaimana agar KIM bisa lebih dikenal di internet, bisa publikasi di internet. Ini yang akan kita bahas bagaimana mencari peluang-peluang,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sultra, Asrun Lio mengatakan, peran KIM yang aktif di berbagai wilayah menjadi sangat penting dalam menjamin bahwa informasi dari pemerintah dapat tersampaikan dengan baik dan diterima oleh masyarakat luas.

Keberadaan KIM ini sebagai mitra pemerintah memiliki peran dalam menyampaikan informasi penting, khususnya di era digital yang menuntut kecepatan dan akurasi informasi.

“Mereka tidak hanya menyampaikan informasi dari pemerintah, tetapi juga menampung aspirasi masyarakat yang kemudian disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya. (Red)