NewsMetro

Berhasil Tekan Laju Inflasi, PJ Gubernur Sultra Minta Semua Pihak Tetap Sigap

163
×

Berhasil Tekan Laju Inflasi, PJ Gubernur Sultra Minta Semua Pihak Tetap Sigap

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara terus bergerak menangani laju inflasi di bumi anoa.

Pemerintah provinsi berhasil menekan laju inflasi dari 3,46 persen pada September, menjadi 3,14 persen pada Oktober 2023.

Pj gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto melalui sekretaris daerah, Asrun Lio, menyampaikan kepada seluruh jajarannya, juga para kepala daerah serta berbagai pihak terkait lainnya, untuk bersama-sama tetap sigap dan tanggap terhadap pengendalian inflasi di daerah.

Terlebih kata Asrun Lio, Pj Gubernur Sultra telah menargetkan angka inflasi Sultra Tahun 2023 tidak akan melampaui inflasi nasional.

Beberapa persiapan telah dilakukan melalui sejumlah langkah strategis dan prioritas, baik itu menjaga ketersediaan suplai komoditas pangan, kestabilan harga, kelancaran distribusi, menjaga intensitas bahkan meningkatkan produksi pangan strategis termasuk pokok, dan koordinasi lintas sektoral.

“Beberapa langkah seperti Pengawasan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan kembali menggalakan panganan lokal masyarakat Sultra,” ungkap Asrun Lio, Minggu (5/11/2023).

Penurunan laju inflasi Sultra terbilang sukses ditengah naiknya angka inflasi nasional dari 2,28 persen year-on-year (yoy) menjadi 2,56 persen yoy.

Meskipun demikian, menurut Asrun Lio, Pj Gubernur Sultra telah berpesan agar capaian tersebut tindak lantas menjadikan Provinsi Sultra berpuas diri, tetapi terus memaksimalkan berbagai upaya dan strategi terhadap pengendalian laju inflasi.

“Upaya pengendalian inflasi ini juga tidak lepas dari bagian dari implementasi program-program pemerintah, sebab jika inflasi dapat terus kendali maka secara tidak langsung menjadi gambaran umum terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat kita, utamanya terhadap kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” tuturnya.

Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra ini menerangkan, Pemprov Sultra juga terus melakukan koordinasi dengan pihak pertamina, untuk menormalkan ketersediaan gas elpiji 3 kg di masyarakat.

“Saat ini terus dilakukan pendistribusian Gas Elpiji 3 kg oleh pihak Pertamina hingga ke pangkalan-pangkalan, tentunya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2022, Tentang Penetapan Harga Tertinggi LPG Tabung 3 Kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro,” bebernya.

“Melalui aturan ini juga, Pj Gubernur Sultra meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pendistribusian yang dilakukan oleh pangkalan,” tambahnya.

Untuk itu, Asrun Lio menegaskan, agar pihak-pihak yang masuk ke dalam alur distribusi gas elpiji dari pihak Pertamina, untuk tidak menaikan harga secara sepihak.

Pun ia menghimbau agar masyarakat membeli gas elpiji 3 kg langsung ke pangkalan dan tidak melalui pengecer yang mungkin melakukan penjualan diatas HET.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra, Ir Andi Azis, mengakui, jika saat ini pendistribusian gas elpiji 3 kg terus berlangsung dan kondisinya akan kembali normal.

Dirinya memperkirakan dua hingga tiga minggu kedepan, semua kembi normal, terlebih pihak PT Pertamina lebih intens melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan.

Bahkan bagi masyarakat yang menemukan masalah di lapangan, agar tidak ragu melaporkan secara langsung melalui call center 135, baik itu harga di atas HET, atau pihak pangkalan yang diduga melakukan penimbunan.

“Jika masyarakat menemukan adanya penjualan diatas HET oleh pangkalan atapun dugaan penimbunan, maka boleh didokumentasikan dan dilaporkan. Selain itu, agar terhindar dari pihak-pihak spekulan gas elpiji 3 kg, maka masyarakat diimbau untuk membeli secara langsung di pangkalan-pangkalan resmi,” pesannya. *(ST)