NasionalNews

Puluhan Mapala se-Indonesia Jajal Tebing Tenggera Linomoiyo, Konawe Utara

396
×

Puluhan Mapala se-Indonesia Jajal Tebing Tenggera Linomoiyo, Konawe Utara

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Ketua Umum Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO), Ika Amalia, melepas peserta Kenal Medan Tebing di Sekretariat Mahacala UHO, Kampus Lama Universitas Halu Oleo, Kemaraya, Kota Kendari, sebelum bertolak menuju Tebing Tenggera, Linomoiyo, kawasan Karst Matarombeo, Desa Bendewuta, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara.

Pelepasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV Mapala se-Indonesia yang berlangsung pada 22–28 Oktober 2026. Mahacala UHO bertindak sebagai tuan rumah kegiatan nasional yang mempertemukan mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia.

Pimpinan Operasi (PO) Kenal Medan Tebing, Veki, turut mendampingi persiapan peserta sebelum keberangkatan. Ia menekankan pentingnya memahami karakteristik medan dan mempersiapkan diri sebelum menjalankan kegiatan pemanjatan.

“Kenal medan ini bukan sekadar datang dan melihat tebing, tetapi juga memahami karakteristik medan, mengidentifikasi potensi bahaya, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di lapangan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti arahan operasi dan selalu mengutamakan keselamatan selama kegiatan,” ujar Veki.

Sementara itu, Ika Amalia menyampaikan bahwa TWKM XXXV menjadi kesempatan bagi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah untuk saling belajar, mempererat persaudaraan, dan mengenal potensi alam Sulawesi Tenggara.

“Sebagai tuan rumah, kami ingin TWKM XXXV menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh Mapala se-Indonesia. Melalui kegiatan Kenal Medan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman lapangan, tetapi juga membangun solidaritas dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” kata Ika.

Dalam kegiatan Kenal Medan Tebing ini, peserta berkesempatan mengenali karakteristik medan pemanjatan atau *rock climbing*, termasuk kondisi tebing, kontur batuan, serta tantangan yang dijumpai di lapangan. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kepecintaalaman, terutama dalam memahami teknik pemanjatan, penggunaan peralatan, dan manajemen risiko.

Selain Kenal Medan Tebing di kawasan Karst Matarombeo, Kabupaten Konawe Utara, rangkaian TWKM XXXV juga mencakup Kenal Medan Gunung Hutan di Gunung Mekongga, Kabupaten Kolaka Utara, serta Kenal Medan Diving di Wakatobi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, TWKM XXXV menjadi wadah bagi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan mengenal potensi alam Sulawesi Tenggara.

**Tag:** TWKM XXXV, Mapala se-Indonesia, Mahacala UHO, Kenal Medan Tebing, Tebing Tenggera, Linomoiyo, Karst Matarombeo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.(*)

 

Editor:NZ