NewsMetro

Pemkot Kendari Perluas Kolaborasi Cegah Stunting, Alfamidi Siapkan 18 Ribu Telur

88
×

Pemkot Kendari Perluas Kolaborasi Cegah Stunting, Alfamidi Siapkan 18 Ribu Telur

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperluas kolaborasi dalam upaya mencegah stunting. Salah satunya dilakukan dengan menggandeng dunia usaha melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang diwujudkan melalui penyaluran bantuan protein bagi ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta). Kolaborasi tersebut kembali dilaksanakan di Kantor UPT KB Kecamatan Kendari Barat, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari, perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Alfamidi sebagai bagian dari dukungan dunia usaha.

Dalam program ini, Alfamidi menyiapkan sebanyak 18 ribu butir telur untuk disalurkan kepada penerima manfaat di Kota Kendari. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap dengan menyasar kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, khususnya ibu hamil dan baduta.

Kepala DPPKB Kota Kendari Jahudding mengatakan, pemberian bantuan protein menjadi salah satu bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat percepatan penurunan stunting.

“Melalui arahan dan dukungan Wali Kota Kendari untuk terus memaksimalkan kinerja percepatan penurunan stunting, hari ini dilaksanakan kegiatan pemberian bantuan protein dengan merangkul dunia usaha melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting,” ujar Jahudding.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan pemenuhan gizi berkaitan langsung dengan kondisi keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.

Karena itu, keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat memperkuat intervensi pemerintah sekaligus memperluas jangkauan bantuan kepada keluarga yang menjadi sasaran.

Program bantuan protein bersama dunia usaha tersebut telah memasuki putaran keempat dari enam putaran yang direncanakan. Penyaluran masih akan dilanjutkan pada putaran berikutnya kepada penerima manfaat yang telah ditetapkan.

Jahudding menilai dukungan dunia usaha melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menunjukkan pentingnya membangun gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berkembang, sehingga semakin banyak pihak yang dapat mengambil bagian dalam upaya pencegahan stunting di Kota Kendari,” katanya.

Pemberian bantuan telur juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan protein pada masa penting pertumbuhan. Ibu hamil dan baduta menjadi kelompok yang mendapat perhatian karena pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pemkot Kendari melalui DPPKB selanjutnya mendorong agar gerakan orang tua asuh tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Dengan dukungan Alfamidi sebanyak 18 ribu butir telur dan penyaluran yang dilakukan dalam beberapa putaran, pemerintah berharap intervensi gizi dapat terus menjangkau keluarga sasaran secara bertahap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari memperkuat pencegahan stunting dari hulu, dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan dengan pemenuhan kebutuhan gizi pada periode awal pertumbuhan anak.(SM)