NewsMetro

Usai Tertibkan Pertalite, Pemkot Kendari Bidik Distribusi LPG 3 Kg

93
×

Usai Tertibkan Pertalite, Pemkot Kendari Bidik Distribusi LPG 3 Kg

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menyiapkan langkah penertiban distribusi energi bersubsidi. Setelah melakukan pengawasan terhadap penjualan Pertalite di sejumlah SPBU, Pemkot Kendari kini membidik distribusi LPG 3 kilogram yang dinilai masih menimbulkan persoalan di tingkat masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat memimpin apel pagi gabungan ASN di lapangan upacara Balai Kota Kendari, Senin (28/9/2026).

Sudirman mengatakan, persoalan LPG 3 kilogram bukan semata soal harga, tetapi juga menyangkut kemudahan masyarakat mendapatkan gas bersubsidi sesuai peruntukannya.

Di tingkat pangkalan, harga LPG 3 kilogram disebut berada di angka Rp22.000 per tabung. Namun, masyarakat masih menemukan kesulitan memperoleh LPG tersebut secara langsung di pangkalan.

Kondisi itu membuat sebagian warga beralih membeli melalui kios atau pengecer. Harga di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung.

“Padahal mereka itu berhak,” kata Sudirman.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditelusuri karena jumlah pangkalan LPG 3 kilogram di Kota Kendari sebenarnya cukup banyak. Sudirman menyebut terdapat 1.078 pangkalan, sementara jumlah RT di Kota Kendari berada pada kisaran 1.050 hingga 1.060.

“Jumlah pangkalan di Kota Kendari itu ada 1.078, jadi cukup banyak harusnya bisa mengakomodir seluruh warga Kota Kendari,” ujarnya.

Sudirman juga menyoroti dugaan adanya alur distribusi dari pangkalan ke pengecer. Berdasarkan informasi yang diterimanya, LPG 3 kilogram dari pangkalan dijual kepada pengecer dengan harga sekitar Rp25.000, kemudian kembali dijual kepada masyarakat dengan harga Rp30.000 hingga Rp35.000.

Jika pola tersebut terjadi, masyarakat sebagai pengguna akhir harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan LPG bersubsidi.

Karena itu, Pemkot Kendari akan membahas langkah penertiban bersama para lurah serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Pemerintah akan melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan dan tidak membebani masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa tertangani dengan baik, Kota Kendari bisa tertib dari LPG 3 kilo,” ujar Sudirman.

Sebelum masuk ke persoalan LPG, Sudirman meminta Satpol PP tetap melanjutkan penertiban terhadap aktivitas penjualan Pertalite di sekitar SPBU.

Ia menyebut pengawasan yang dilakukan sebelumnya mulai berdampak terhadap kelancaran distribusi Pertalite di sejumlah SPBU. Namun, aktivitas penjualan di sekitar SPBU masih ditemukan sehingga penertiban tetap perlu dilanjutkan.

Sudirman meminta Kasat Pol PP memaksimalkan pengawasan di lokasi yang masih ditemukan aktivitas tersebut.

Setelah persoalan Pertalite ditangani, Pemkot Kendari akan mengarahkan perhatian pada distribusi LPG 3 kilogram. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan barang bersubsidi benar-benar mudah diakses masyarakat yang berhak.

“Karena ada tugas baru lagi setelah kita masalah BBM subsidi Pertalite, kita lanjut lagi di LPG 3 kilo,” tegas Sudirman.(SM)