NewsKesehatan

Pengawasan Pangan di Kota Kendari dan Kabupaten Selama Ramadhan dan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H/ Tahun 2022.

368
×

Pengawasan Pangan di Kota Kendari dan Kabupaten Selama Ramadhan dan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H/ Tahun 2022.

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Selama Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri 1443 H/2022 M, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Kendari intens melakukan pengawasan bahan pangan olahan yang beredar dimasyarakat. BPOM Kota Kendari menyasar olahan pangan Tanpa Izin Edar (TIE), Kedaluarsa, dan Rusak dengan melakukan Pengawasan sebanyak enam tahap.

Kepala Balai POM di Kendari Drs. Yoseph Nahak Klau, Apt. M.Kes mengatakan dalam melaksanakan tugasnya BPOM Kendari membentuk tim balai POM yang terdiri dari kelompok subtansi pemeriksaan, kelompok subtansi pengujian dan kelompok subtansi infokom.

“Untuk sampling jajanan buka puasa pengawasan dilakukan sambil mengedukasi penjual takjil yang meliputi tips menjual pangan yang aman ditengah pandemi covid-19, menjaga higienitas makanan, dan menghindari bahan kimia digunakan pada makanan.” Jelas Yoseph pada Senin (25/4).

Adapun parameter pengujian takjil meliputi : Methanil yellow, Rhodamin B, Borax dan Formalin. Adapun sasaran pasar yang dilakukan pengecekan jajanan buka puasa (Takjil) diantaranya pasar Anduonohu, Bundaran Mandonga, Bundaran pesawat lepo-lepo,Tugu jati dan Pasar Ranomeeto.

Pada saat yang sama, Koordinator Substansi Infokom BPOM Kendari Dra. Hasnah Nur,Apt.,MPH berpesan hendaknya penggunaan label pangan olahan pada produk makanan harus menggunakan bahasa Indonesia. Jika ditemukan produk dengan bahasa asing kemungkinan produk tersebut tak memenuhi izi edar.

” Kalau bahasa asing harus ada keterangan terjemahan bahasa Indonesia.” Jelasnya.

Hasnah Nur menambahkan, kesadaran para pelaku usaha dua tahun ini telah menunjukan dampak positif, dimana tidak ditemukan lagi adanya kandungan bahan yang membahayakan konsumen seperti boraks atau zat pengawet atau bahan-bahan kimia lainnya.

Perlu diketahui. Jika terdapat olahan pangan Produk Rekayasa Genetik dinyatakan aman berdasarkan keputusan Izin peredaran pangan PRG dan diedarkan dalam keadaan terkemas. Maka
Pada label wajib dicantumkan keterangan berupa tulisan “PANGAN PRODUK REKAYASA GENETIK.

Novi/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News