NewsKesehatanMetro

Pemeriksaan Kanker Serviks di Seluruh Puskesmas se-Kota Kendari Kini Sudah Gratis, Dinkes Ajak Masyarakat Deteksi Dini

682
×

Pemeriksaan Kanker Serviks di Seluruh Puskesmas se-Kota Kendari Kini Sudah Gratis, Dinkes Ajak Masyarakat Deteksi Dini

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Wanita dengan kanker leher rahim atau kanker serviks di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam tiga tahun terakhir mencapai 21 kasus.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari pada tahun 2022 tercatat, ada 14 dari 246 wanita yang positif kanker serviks melalui pemeriksaan IVA test.

Sedangkan pada tahun 2023 tercatat, ada 6 dari 61 wanita yang hasil pemeriksaannya dinyatakan positif.

Kemudian pada tahun 2024 tercatat, ada 1 dari 140 wanita yang dinyatakan positif. Dari jumlah tersebut disimpulkan bahwa Kota Kendari berkontribusi terhadap jumlah kasus wanita dengan kanker serviks.

Hal tersebut dibahas dalam sosialisasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode DNA HVP dan IVA (Co-Testing) bertempat Kantor Ruang Samaturu, Kantor Balai Kota Kendari, Selasa (30/7/2024).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Elfi mengatakan deteksi dini kanker leher rahim ini penting untuk dilakukan utamanya bagi semua wanita usia subur (WUS) yang pernah melakukan hubungan seks.

Elfi menjelaskan, deteksi dini ini bisa dilakukan di layanan kesehatan seperti Puskesmas. Namun, jumlah yang melakukan pemeriksaan hingga kini masih jauh dari yang diharapkan.

Padahal kata Elfi, layanan deteksi dini kanker serviks kini sudah bisa didapatkan secara gratis di seluruh Puskesmas se-Kota Kendari.

“Alhamdulillahnya Kota Kendari menjadi salah satu lokus untuk implementasi DNA HPV. Pemeriksaan DNA HPV selama ini berbayar dan tidak murah, namun ini menjadi gratis di seluruh puskesmas di Kota Kendari, ungkap Elfi, Selasa (30/7/2024).

Lebih lanjut Elfi menyebut target capaian deteksi dini kanker serviks di Kota Kendari masih sangat rendah yaitu hanya 1 persen dari target 70 persen.

Olehnya itu Elfi mengajak para pasangan atau suami agar memberikan dukungannya kepada istri untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks.

Tempat sama, Ketua Tim Kerja Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim, Direktorat P2PTM Kemenkes RI, dr. Yoan Hotnida Naomi menjelaskan risiko tinggi kanker serviks lebih besar terjadi pada usia dibawah 18 tahun, dimana telah aktif secara seksual.

“Untuk menjadi lesi prakanker saja membutuhkan 5-10 tahun. Dari ketemu lesi prakanker kalau tidak dilakukan tata laksana atau interpensi pada lesi prakankernya tentu saja nanti di 10 tahun kemudian menjadi kanker,” jelas Yoan.

Yoan menambahkan, semua wanita yang telah aktif secara seksual berisiko terkena kanker serviks. *(NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News