NewsMetro

Pasar Wua-Wua Disiapkan Jadi Sentra Pakaian Bekas, Perumda Pasar Kendari Targetkan Kembali Ramai

1
×

Pasar Wua-Wua Disiapkan Jadi Sentra Pakaian Bekas, Perumda Pasar Kendari Targetkan Kembali Ramai

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali Pasar Wua-Wua yang selama ini kurang aktif. Salah satu upaya yang ditempuh yakni menjadikannya sebagai pasar tematik dengan fokus pada penjualan pakaian bekas.

Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, mengungkapkan bahwa konsep tersebut sengaja dirancang untuk mengakomodasi para pedagang pakaian bekas yang saat ini masih tersebar di sejumlah titik di Kota Kendari. Menurutnya, penataan ini diharapkan mampu menciptakan pusat perdagangan yang lebih tertib dan terorganisir.

“Kami memang merencanakan Pasar Wua-Wua sebagai pasar tematik pakaian bekas. Tujuannya untuk mengumpulkan pedagang yang selama ini berjualan terpencar, agar lebih terpusat dan tertata,” ujar Asnar.

Ia menjelaskan, langkah tersebut bukan sekadar relokasi pedagang, tetapi juga bagian dari strategi revitalisasi pasar yang sudah lama tidak berfungsi maksimal. Dengan adanya aktivitas perdagangan yang terpusat, Perumda Pasar optimistis Pasar Wua-Wua dapat kembali bergairah dan menarik minat pedagang lain untuk ikut berjualan.

Asnar menilai, keberadaan pasar tematik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain memudahkan pembeli dalam mencari kebutuhan tertentu, konsep ini juga dinilai mampu menciptakan identitas baru bagi Pasar Wua-Wua.

Lebih lanjut, ia menanggapi isu dugaan pelanggaran terhadap aturan Kementerian Keuangan yang sempat mencuat. Asnar menegaskan bahwa kebijakan tersebut murni dilandasi niat untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar dan membantu pedagang kecil, bukan untuk melanggar ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk melanggar aturan. Fokus kami adalah bagaimana pasar ini bisa kembali aktif dan para pedagang mendapatkan tempat yang layak untuk berusaha,” tegasnya.

Ia memastikan, setiap kebijakan yang diambil tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Perumda Pasar berharap, dengan penataan dan konsep baru tersebut, Pasar Wua-Wua dapat kembali menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat di Kota Kendari, sekaligus memberikan ruang usaha yang lebih baik bagi para pedagang pakaian bekas. (SM)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News