NewsMetro

Rapat Pra Gugus Tugas, Pemkot Kendari Perkuat Langkah Menuju KLA Utama

2
×

Rapat Pra Gugus Tugas, Pemkot Kendari Perkuat Langkah Menuju KLA Utama

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Rapat Pra Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (11/2/2026). Rapat ini menjadi momentum konsolidasi lintas OPD dan pemangku kepentingan untuk memperkuat strategi meraih predikat KLA kategori Utama.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kota Layak Anak bukan hanya tugas DP3A, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, hingga media massa. Menurutnya, setiap kantor pelayanan publik harus menyediakan fasilitas ramah anak, termasuk ruang bermain dan ruang konsultasi yang didukung tenaga teknis.

“Mulai dari perencanaan sudah harus disiapkan. Bukan hanya tempatnya, tapi juga petugas yang siap melayani konsultasi, terutama terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Sudirman mengingatkan, keberadaan Peraturan Daerah tentang KLA menjadi poin penting dalam penilaian pemerintah pusat. Saat ini, Raperda KLA yang telah disusun masih dalam proses dan diharapkan segera disahkan menjadi Perda. Ia meminta jajaran terkait memberi atensi serius agar regulasi tersebut segera tuntas.

Dalam pemaparannya, Sudirman menyinggung capaian Kendari pada penilaian KLA sebelumnya yang sempat berada di kategori Nindya, namun kembali turun ke Madya pada 2024. Ia berharap pada 2026 Kendari mampu menembus kategori Utama, yang hingga kini belum pernah diraih.

Penilaian KLA sendiri mencakup 24 indikator yang terbagi dalam beberapa klaster, mulai dari hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga, kesehatan dasar, pendidikan, hingga perlindungan khusus.

Sudirman menilai Kendari memiliki modal kuat, terutama pada sektor kesehatan dasar yang sebelumnya mendapat pengakuan nasional.

Kepala DP3A Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari regulasi nasional sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.

Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan masih banyak poin yang perlu ditingkatkan, terutama pada aspek kelembagaan dan klaster perlindungan khusus. DP3A sebagai sekretariat KLA juga mendorong OPD, camat, dan lurah untuk aktif melengkapi dokumen serta instrumen pendukung penilaian.

Rapat ini juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Kendari sebagai Kota Layak Anak. Melalui langkah kolaboratif ini, Pemkot Kendari optimistis dapat memperbaiki capaian dan memperkuat sistem perlindungan anak secara menyeluruh di tingkat kota. (SM)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News